Senin, 30 April 2012

KONSEP DASAR KB DAN SPOTTING


KONSEP DASAR KB DAN SPOTTING
1.        Pengertian
Suntikan KB merupakan metode KB yang menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin  bertambah. Tingginya minat pemakaian suntikan KB karena aman,  sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.
(IBG Manuaba, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan
Bidan, 444) 
2.        Mekanisme  kerja suntikan KB
1)        Mencegah ovulasi degnan cara menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum.
2)        Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan  penetrasi sperma
3)        Perubahan peristatik tuba falopii, sehingga konsep dihambat 
4)        Mengubah suasana endometrium, sehinggat tidak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi. 
3.        Bentuk Suntik KB
1)        Depoprovera
Mengandung progesteron sebanyak 150 mgr dalam bentuk partikel kecil. Suntik setiap 12 minggu keuntungan datang setiap 3 bulan. Kerugian sering terjadi kelambatan datang  bulan sekalipun telah menghentikan suntikan,dapat terjadi perdarahan  berkepanjangan di saat mensetruasi, perdarahan yang tidak teratur, badan terasa panas dan liang senggama kering. 
2)    Cyclofem 
Mengandung progesteron sebanyak 50 mg dan estrogen. Disuntikkan setiap bulan. Diharapkan dapt menstruasi setiap bulan karena komponen estrogennya. Kerugiannya sering terjadi  kegagalan menstruasi yang diharapkan setelah pemakaian beberapa bulan efeknya hampir sama dengan depoprovera. 
3)    Norigest
Turunan dari testoteron. Disuntikan setiap 8 minggu kerugiannya  hampir sama dengan depoprovera.
4.        Keuntungan suntikan KB
1)    Tingkat efektivitasnya tinggi 
2)        Pemberiannya sederhana setiap 8 sampai 12 minggu
3)        Pencegahan kehamilan yang jangka panjang
4)        Pengawasan medis yang ringan 
5)        Sedikit efek samping 
6)        Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
7)        Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai pre menopouse.
8)        Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
9)        Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
10)    Mencegah beberapa penyebab penyakit radang  panggul 

5.        Keterbatasan Suntikan KB
1)      Sering ditemukan gangguan haid seperti :
a.    Siklus haid yang memendek atau memanjang
b.    Perdarahan yang banyak atau sedikit.
c.    Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
d.   Tidak haid sama sekali. 
2)      Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut 
3)      Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
4)      Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, virus Hepatitis B atau Infeksi virus HIV.
5)      Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian 
6)      Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (denstias).
7)      Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jaran), sakit kepala, nervositas, jerawat.
8)      Masih terjadi kemungkinan hamil 
6.        Yang dapat menggunakan suntikan progestin
1)      Usia reproduksi
2)      Nuli para dan yang telah memiliki anak 
3)      Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi.
4)      Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai 
5)      Setelah melahirkan dan tidak menyusui 
6)      Setelah abortus atau keguguran 
7)      Telah banyak anak tetapi tidak menghendaki tubektomi 
8)      Perokok 
9)      Sering lupa menggunakan kontrasepsi pil
10)  Anemia defisiensi besi
11)  Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak  boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.
7.        Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi suntikan progestin.
1)      Hamil atau dicurigai hamil (resiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran)
2)      Perdarahan pervaginan yang belum jelas penyebabnya
3)      Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorhoe 
4)      Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara
5)      Diabetes militus disertai komplikasi.
8.        Waktu menggunakan kontrasepsi suntik progestin
1)      Setiap saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil.
2)      Nilai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid 
3)      Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diebrikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
4)      Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan  ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara beanr dan ibu tersebut tidak hamil, suntukan pertama dapat segera diberikan tidak perlu menunggu sampai haid berikut datang.
5)      Bila ibu sedang menggunakan kontrasepsi jenis lain  dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntik yang lain lagi, kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi suntik yang sebelumnya.
6)      Ibu yang menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan  pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya datang. Bila ibu disuntik selama hari ke 7 haid, ibu tersbeut selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
7)      Ibu ingin mengganti AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan pertama dapat diberikan pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke 7 siklus haid, asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil.
8)      Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
9.        Spotting
Spotting adalah perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak tetapi tidak berbahaya.
10.    Penanganan Spotting
1)        Bila perdarahan atau spotting terus berlanjut atau  setelah tidak haid namun kemudian terjadi perdarahan, maka perlu dicari penyebab perdarahan tersebut. Obatilah penyebab perdarahan tersebut dengan cara  yang sesuai. Bila tidak ditemukan penyebabnya, tanyakan apakah klien masih ingin melanjutkan suntikan, dan bila tidak suntikan tidak dilanjutkan lagi dan carikan kontrasepsi jenis lain.
2)        Perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal) Jelaskan bahwa perdarahan yang banyak atau  memanjang tersebut biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan. 
3)        Bila perdarahan yang terjadi mengancam kesehatan klien atau klien tidak dapat menerima perdarahan yang terjadi. Suntikan jangan dilanjutkan lagi. Pilihkan jenis kontrasepsi yang lain. Untuk mencegah anemia perlu diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat besi.

KESPRO : GIZI REMAJA


GIZI REMAJA
Laju Pertumbuhan Anak Pria Dan Wanita Hampir Sama Cepatnya Sampai Usia 9 Tahun
REMAJA PEREMPUAN
          Usia 10-12 tahun à pertumbuhan mengalami percepatan lebih dulu
          Puncak pertumbuhan BB & TB à usia 12,1 dan 12,9 thn dan berakhir U sktr 19 thn
          Menarche à sktr 9-12 bulan setelah itu à kini lebih dini lagi
          Wanita lebih cepat dewasa sehingga lebih dulu mengalami ketertarikan sexual terhadap lawan jenis
REMAJA PRIAà puncak pertmbhn BB dan TB sktr usia 14,1 dan 14,3 thn
          Masa remaja : 10 – 19 tahun
Status kesehatan remaja :
                - beban brt :infeksi & malnutrisi saat anak2
                - tdk tmbh optimal : penderita diare, ispa             dll saat masa kanak2
                - bila fisik tdk tmbh optimal à berisiko melahirkan bayi BBLR
                -walaupun bayix tmbh normal namun biasax panggul/jln lhr bermslh
Status gizi remaja
Berkaitan erat dengan kondisi sjk dlm kandungan-bayi-anak
Pengaruh penyalahgunaan obat, kespro yg buruk, pergaulan bebas dll
           Sktr 27% remaja pria dan 44% remaja    wanita à anemia gizi besi. Bumil lebih   dr 55%
           Kekurangan kalsium saat remaja à        osteoporosis saat usila
           Ketidakseimbangan asupan kalori+protein à obesitas dan cenderung berlanjut sampai dewasa dan usila
           Prilaku makan yg tdk sehat disertai kebersihan mulut+gigi yg buruk à kerusakan gigi dan gusi
Mengapa Remaja termasuk rentan?
  1. Percepatan pertmbhn yg cpt meningkatkan kebut zat gizi
  2. Perub gaya dan pola hdp memerlukan penyesuaian masukan zat2 gizi
  3. Kehamilan, ikut olahraga, kecanduan alkohol dan obat meningkatkan kebut zat2 gizi
Mslh ini berpangkal pd kegemaran yg tdk lazim, lupa makan dan kehamilan
           Remaja belum sepenuhnya matang scr psikologis à cpt terpengaruh lingkungan
 Kecemasan akan bentuk tubuh
à merubah pola makan: sktr 60% RW melewatkan 2 kali wkt mkn dan memilih jajanan
Makanan sampah (junk food) à pengaruh iklan
Kebutuhan zat gizi remaja
          Status gizi harus dinilai secara perorangan
          Kebut energi :Remaja pria >RW
          Usia 16 thn RP bthsktr 3.470 kal/hr dan menurun 2.900 pd usia 16-19 thn
          Usia 12 thn RW : 2.550 kal dan menurun 2.200 pd usia 18 thn
          Kebut protein berkaitan dgn pola tumbuh, bukan kronologis umur
          Kebut yg mencolok : zat besi, Ca, Vit. B dan asam folat

Penelitian : Muninjaya (1993) di Bali à 22-26% wanita tdk lg menganggap hub sex pranikah sbg perbuatan dosa.
Sekitar 26% remaja wanita di Manado, Bali serta Yogya pernah melakukan hub sex serta 90% diantaranya tdk menggunakan kontrasepsi
Anjuran Pola hidup dan pola makan remaja
  1. Mendorong u/ menikmati makan
  2. Membuat waktu makan saat menyenangkan dalam sehari
  3. Jdwl kegiatan tdk berbenturan waktu mkn
  4. Remaja tahu informasi status gizinya
  5. Contoh penerapan yg khas dan praktis
  6. Manfaat mak yg baik è keg fisik dll
  7. Maknan camilan bergizi, jelaskan kekeliruan mereka
  8. Dlm keluarga tersedia makan bergizi dlm kulkas
  9. Tggjwb remaja dlm pengelolaan makanan